Tire changer merupakan salah satu peralatan bengkel yang sangat penting untuk membantu proses pergantian ban pada kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Namun, seringkali pemilik bengkel mengalami masalah setelah membeli dan menggunakan tire changer, salah satunya adalah rusaknya peralatan tersebut utamanya pada filter udara karena tekanan angin berlebih.
Tekanan angin yang berlebih pada tire changer dapat menyebabkan kerusakan pada bagian-bagian penting dari alat ini. Beberapa komponen yang paling rentan terhadap kerusakan akibat tekanan angin berlebih adalah filter udara dan selang – selang serta seal silinder hidrolik. Silinder hidrolik berfungsi sebagai penggerak utama pada proses press bead ban pada tire changer untuk memudahkan proses penggantian ban. Jika tekanan angin terlalu tinggi, maka selang, sela silinder hidrolik dapat pecah atau bocor, sehingga mengakibatkan tire changer tidak dapat berfungsi dengan baik.

“Pada umumnya pabrikan tyre changer membuat standar tekanan angin yang masuk ke dalam mesin adalah 8 hingga 10 bar, maka Anda wajib memastikan hal tersebut di bengkel agar filter udara dan selang – selang dan seal pada alat pembuka ban lebih awet.”
Selain itu, tekanan angin berlebih juga dapat merusak bagian-bagian lain dari tire changer seperti katrol, rantai, dan roda gigi. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada mekanisme penggerak ban sehingga proses pergantian ban menjadi lebih sulit dan memakan waktu lebih lama.
Untuk mencegah kerusakan pada tire changer dan tidak menyebabkan tire changer rusak lebih cepat dari waktu semestinya akibat tekanan angin berlebih, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan untuk selalu memeriksa tekanan angin pada tire changer sebelum menggunakannya. Pastikan tekanan angin sesuai dengan yang direkomendasikan oleh produsen agar alat ini dapat berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kerusakan.
Kedua, hindari penggunaan tekanan angin yang terlalu tinggi saat mengoperasikan tire changer. Pastikan untuk selalu mengontrol tekanan angin secara berkala selama proses penggantian ban untuk menghindari kerusakan pada alat.
Selain itu, lakukan perawatan rutin pada tire changer untuk menjaga kinerja dan keawetan alat. Bersihkan bagian-bagian tire changer secara teratur dan pastikan semua komponen berfungsi dengan baik. Jika terdapat kerusakan atau keausan pada bagian-bagian tertentu, segera lakukan perbaikan atau penggantian untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Dengan memperhatikan hal-hal di atas, kita dapat mencegah kerusakan pada tire changer akibat tekanan angin berlebih dan memastikan alat ini tetap berfungsi dengan baik dalam proses pergantian ban. Jadi, jangan lupa untuk selalu memeriksa tekanan angin sebelum menggunakan tire changer dan lakukan perawatan rutin agar alat ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.
